Desember 2025
TUHAN Memanggil
“TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan” (Imamat 1:1-TB2)
PENGANTAR
Nama “Imamat” merupakan nama yang diberikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia untuk kitab ini karena adanya pandangan bahwa secara keseluruhan isi kitab ini berbicara tentang tugas-tugas para imam. Dalam Perjanjian Lama berbahasa Yunani (Septuaginta atau LXX), nama kitab ini adalah “λευιτικόν” (leuitikon), yang dalam bahasa Latin (Vulgata) diterjemahkan Leviticus. Secara harfiah, nama ini berarti “tentang Kaum Lewi” atau “hal-hal yang berkaitan dengan Kaum Lewi”, suku Israel yang diberi mandat untuk memegang jabatan imam.
Dalam teks kuno bahasa Ibrani, nama kitab ini adalah “וַיִּקְרָא” (wayyiqra’), yang diambil dari kata pertama dalam kitab ini. Secara harfiah, kata ini berarti “dan Ia (TUHAN) memanggil...”. Selengkapnya, ayat 1 dari kitab ini: “וַיִּקְרָ֖א אֶל־מֹשֶׁ֑ה וַיְדַבֵּ֤ר יְהוָה֙ אֵלָ֔יו מֵאֹ֥הֶל מֹועֵ֖ד לֵאמֹֽר׃” (wayyiqra’ el-Moshê wayedabber YHWH elaw me’ohel mō‘ed le’mor), secara harfiah berarti “dan Ia memanggil Musa, dan TUHAN berfirman kepadanya dari Kemah Pertemuan, firman-Nya...”.
Dalam pemikiran Yudaisme, panggilan TUHAN ini sangatlah penting menjiwai keseluruhan kitab ini. Panggilan TUHAN datang dari Kemah Pertemuan (Ohel Mō‘ed), yang telah selesai dibangun dalam kitab Keluaran, dan menjadi cikal bakal konsep Bait Suci. Dengan demikian, panggilan ini menjadi transisi penting dari dibangunnya Kemah Pertemuan dengan komunikasi rohani yang terjadi di dalamnya. Panggilan ini adalah panggilan kasih dari TUHAN, yang sekaligus menunjukkan keintiman hubungan TUHAN dan Musa, bahkan seluruh umat-Nya. Selain itu, panggilan ini juga menjadi konfirmasi kehadiran TUHAN di dalam Kemah Pertemuan. Inilah yang kemudian dalam Perjanjian Lama dikenal dengan istilah “שְׁכִינָה” (Shekhīnâ).
***
Catatan:
Fokus ED = Penekanan penting untuk program Ecclesia Domestica
Minggu I (7 Desember 2025)
Minggu Adven II
DIPANGGIL UNTUK MENDEKAT
Imamat 1: 1-2
Nats ini mencerminkan keseluruhan isi kitab Imamat, yang mengajarkan kita untuk memahami makna dan keintiman “panggilan TUHAN” (וַיִּקְרָא), bagaimana relasinya dengan kitab Keluaran, serta esensi dari perintah “kurban” dalam kaitannya dengan panggilan itu sendiri.
FOKUS ED:
Keluarga diajarkan untuk senantiasa merespons panggilan TUHAN untuk bersekutu di Rumah TUHAN.
Minggu II (14 Desember 2025)
Minggu Adven III (Gaudate)
DIPANGGIL UNTUK HIDUP KUDUS
Imamat 19: 1-4
Nats ini mengajarkan kita perihal “הֲלִיכָה בְּדַרְכֵי” (halīkhâ bedarkhê) atau imitatio Dei, dimana kita diminta untuk hidup kudus karena TUHAN yang kita sembah adalah kudus. Melalui bacaan nats ini, kita memahami konsep kekudusan yang bersifat holistik dalam kitab Imamat.
FOKUS ED:
Keluarga diajarkan untuk membangun kekudusan holistik sebagai respons atas panggilan TUHAN.
Minggu III (21 Desember 2025)
Minggu Adven IV
DIPANGGIL UNTUK MELAYANI
Imamat 21: 1-24
Dalam pandangan Yudaisme, nats ini menjadi dasar bagi syarat dan tanggung jawab Kehunnâ (כְּהֻנָּה). Melalui nats ini kita diajarkan betapa istimewanya panggilan pelayanan di Rumah TUHAN, sehingga TUHAN menetapkan standar tinggi soal kekudusan.
FOKUS ED:
Artikel Terkait
Keluarga diajarkan untuk menghormati kekudusan pelayanan.
Malam Natal (24 Desember 2025)
PALUNGAN BETLEHEM
Lukas 2: 1-7 (Bdk. Imamat 1-7)
Di dalam kitab Imamat, tidak semua tempat adalah layak untuk hadirat Allah. Tempat-tempat itu harus lebih dulu disucikan dengan darah kurban (Im. 8:15), ditahirkan dengan darah (Im. 16:18-19), dan diurapi dengan minyak (Im. 8:10-12). Namun, palungan Betlehem adalah sebuah paradoks kekudusan, sebab di sanalah Anak Allah dilahirkan. Kelahiran Kristus menguduskan tempat yang tak layak itu.
FOKUS ED:
Bagaimana menjadikan keluarga sebagai “palungan” bagi Kristus agar dikuduskan senantiasa.
Natal (25 Desember 2025)
ALLAH HADIR UNTUK MENYELAMATKAN KELUARGA
Matius 1: 21-24 (Bdk. Imamat 26: 11-12)
Pemilihan tema ini juga dilatarbelakangi oleh pemetaan masalah keluarga yang dilakukan oleh PGI, yang kemudian direspons melalui konsep Ecclesia Domestica (gereja rumah tangga).
FOKUS ED:
Tema ini bertujuan agar keluarga merasakan kehadiran Allah yang dapat menyelamatkan, memulihkan, dan menuntun dalam kehidupan mereka.
Minggu IV (28 Desember 2025)
DIPANGGIL UNTUK MENGASIHI
Imamat 19: 9-18
Ay. 18b “וְאָהַבְתָּ לְרֵעֲךָ כָּמוֹךָ” (we’ahavta lere‘akha kamokha) menjadi ayat paling terkenal dalam seluruh Taurat menurut pandangan Yudaisme, bahkan Tuhan Yesus menyebutnya sebagai salah satu “hukum yang terutama” (bdk. Mat. 22:34-40). Nats ini menjadi fondasi dari konsep etika universal, terutama menyangkut “keadilan sosial” atau yang juga dikenal dengan konsep “צְדָקָה” (tsedaqâ) dan “חֶסֶד” (khesed).
FOKUS ED:
Keluarga menanamkan nilai-nilai “keadilan sosial” sebagai wujud kasih.
Tutup Tahun (31 Desember 2025)
DIPANGGIL UNTUK TAAT
Imamat 26: 1-13
Nats ini mengajarkan bahwa ketaatan penuh kepada firman Allah (חֻקּוֺת dan מִצְוֺת) akan menghasilkan “hujan pada masanya”, panen berlimpah, kedamaian, kemenangan, dan yang terpenting: kehadiran Allah yang terus-menerus berdiam di tengah umat-Nya sebagai penggenapan perjanjian abadi.
FOKUS ED:
Keluarga menanamkan sikap “taat” dan “patuh” pada firman Allah, dimulai dari hal-hal kecil sebagai kunci berkat TUHAN.
-oOo-
Penulis:
Yosi Rorimpandei
Koordinator Komisi Pengajaran GKRIDC


