Peziarah Kristen Diludahi di Kota Tua Yerusalem

Bagikan di:

Polisi Israel menangkap lima orang Yahudi Ortodoks lantaran dicurigai meludahi peziarah Kristen di Kota Tua Yerusalem, seiring meningkatnya insiden serupa yang menyasar para pendeta dan peziarah di ibu kota Israel.

Dalam sebuah rekaman video yang diposting oleh reporter harian Haaretz, sekelompok orang Kristen keluar dari gereja sambil membawa salib kayu terlihat berjalan dan berpapasan dengan sekelompok umat Yahudi.

Beberapa orang dalam klip tersebut tampaknya merupakan anak-anak di bawah umur dari aliran ultra-Ortodoks, yang meludahi umat Kristen setelah melihat seorang pria dewasa melakukan hal yang sama.

Kota Tua memang sedang ramai minggu ini selama perayaan Sukkot (Hari Raya Pondok Daun). Puluhan ribu jemaat Yahudi menghadiri pemberkatan imam di Tembok Barat.

Sementara, Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, mengatakan bahwa meludahi orang Kristen bukanlah kasus kriminal. Menurutnya, hal itu masih bisa ditindaklanjuti melalui pengajaran dan pendidikan. “Tidak semuanya harus dengan penangkapan,” katanya.

Berbicara kepada Radio Angkatan Darat, menteri yang membawahi kepolisian itu mengatakan bahwa tindakan meludahi peziarah itu patut dikecam dan dihentikan.

“Saya bertanya kepada Rabbi Dov Lior, katanya itu tidak bermoral dan salah. Kami menentangnya. Tapi, mari kita berhenti memfitnah Israel. Kita semua bersaudara, kita semua adalah orang yang sama,” kata Ben Gvir.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ben Gvir termasuk salah satu tokoh yang membenarkan meludahi orang Kristen dan menganggap itu sebagai “tradisi Yahudi kuno”.

Penangkapan ini dilakukan menyusul viralnya beberapa orang, termasuk anak-anak, yang terekam meludahi peziarah Kristen pada Senin (2/10/2023).

Polisi mengatakan bahwa mereka akan menuntut pelaku dengan tuduhan penyerangan. Sementara, media berbahasa Ibrani mencatat bahwa pada masa lalu insiden semacam itu sulit dihukum sebab tidak memenuhi kriteria tindakan kekerasan. Namun, kepala kepolisian Yerusalem, Inspektur Assaf Harel, mengatakan bahwa “meludahi seseorang tentu saja dianggap sebagai penyerangan”. Ia menambahkan adanya peningkatan serangan terhadap umat Kristen di kota tersebut akhir-akhir ini, dengan setidaknya 17 insiden dilaporkan dalam enam bulan terakhir.

Channel 12 melaporkan bahwa beberapa dari pelaku yang ditangkap adalah murid-murid Rabbi Natan Rothman, saudara dari anggota parlemen dari partai Religius Zionisme, Simcha Rothman. Rabbi Natan dan Simcha sama-sama ikut dalam prosesi Yahudi Ortodoks ketika insiden tersebut terjadi. Meski begitu, keduanya tidak terlibat dalam insiden itu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel lainnya turut mengecam insiden itu. Kecaman juga datang dari politisi yang berasal dari komunitas Heredi, yang menolak gagasan bahwa meludah adalah tradisi Yahudi atau menjadi keharusan agama.

Meski begitu, Radio Angkatan Darat menemukan bahwa ajakan meludahi orang-orang Kristen tersebar luas di Kota Tua, khususnya di kalangan anak muda Yahudi, yang secara terbuka mendukung tindakan itu.

“Saya mendukung meludahi setiap salib, setiap umat Kristen, untuk merendahkan mereka dengan paksa. Mereka biasa membantai kami,” kata seorang pria kepada radio tersebut. “Ada tertulis dalam Taurat bahwa anak-anak harus menanggung dosa ayahnya”.

“Kami mendukung pengusiran mereka dari wilayah kami, meludahi dan mempermalukan mereka, apa pun yang bisa kami lakukan,” kata pria lainnya.

“Begitulah yang tertulis: Jika melihat salib atau orang Kristen, ludahilah,” kata seorang anak laki-laki.

Editor: OYR

Bagikan di:

Pelayanan Kategorial

DC Kids

Pelayanan Anak
0895-1771-8474

Youth Habakuk

Pelayanan Remaja & Pemuda
0821-1303-2727

Debora

Pelayanan Kaum Perempuan
0812-9744-1129

Efata

Pelayanan Kaum Pria
0853-1083-3921

Permohonan Doa

Jika Saudara membutuhkan dukungan doa khusus untuk didoakan di setiap jam doa kami, silakan mengisi Form Permohonan Doa.

Klik Di Sini

Kontak

Kontak Kami

Jika Saudara membutuhkan informasi atau layanan konseling, silakan menghubungi kami.

Alamat:

KAPEL ALFA
Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39
Jakarta Selatan

WhatsApp:

+62815-1341-3809